Tampilkan postingan dengan label Aura - Energi Positifku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aura - Energi Positifku. Tampilkan semua postingan

22 Nov 2011

Pasti Tuntas dengan Kualitas


Kelulusan
Isi rumah ini secara jama'ah lulus bersamaan. Yak! tertinggal saya dam kedua adik kos saya sebagai 'Mahasiswa Tingkat Akhir'.
Bukan untuk galau. Hanya untuk sekedar mengisi jeda sebelum kembali menulis Tugas Akhir a.k.a TA.
Saya teringat beberapa celoteh kakak-kakak kelas saat kami dahulu menyelesaikan Skrispi. Kami mengganggap skripsi itu master piece yang harus dikerjakan secara totalitas dan penuh semangat. Tidak puas dengan cara studi literatur, saya memutuskan untuk studi lapangan di Jakarta dan melakukan kros cek hasil di Kulon Progo, Pacitan, dan Nganjuk. Menuliskan data, mengantri bimbingan tanpa janjian sms dan penuh doa. Sidang pendadaran pun tiba. Selamat. 3 tahun 2 bulan. TUNTAS!

Itu dulu. Sejarah hidup saya mengenai tugas akhir.
Dulu saya bisa heran mengapa teman-teman enggan mengerjalan tugas akhir, apakah tidak sayang uangnya?

Sekarang?
Waaah saya jadi mengerti mengapa memang tidak mudah mengerjakan itu semua. Tugas akhir membutuhkan TOTALITAS.
Faktanya, satu tahun saya hengkang dari per-Tugas Akhiran. Diberi nikmat melihat dunia oleh Allah. Maha Baik memang, sungguh. Dan tidak seharusnya saya buntu mengerjakan ini semua. Data sudah saya ambil di Jepang. Tinggal menuliskannya. Sungguh, tidak mudah. Ada saja gangguan A B C D untuk memecah fokus, namun itu menjadi prioritas mengalahkan TA. Tidak untuk berputus asa. Dari kebuntuan ini membuat saya dapat merasakan bagaimana perasaan teman-teman saya bila dulu datang untuk meminta bantuan merunut TA-nya bersama. Ya! Saya sungguh harus berterima kasih pada Tuhan. Ada kalanya roda itu berputar. Kejayaan di masa sejarah tidak akan langgeng, namun itu akan menjadi batu penanda bahwa pernah bisa!

Menyelesaikan satu proses sama halnya dengan bagaimana Garuda Muda berlaga di Gelora Bung Karno dalam final Sea Games 2011. Tendangan - tendangan nyaris masuk ke dalam gawang lawan, bola masuk masuk namun digagalkan dengan off side hingga ditutup dengan adu pinalti. Kemenangan yang tidak mutlak bagi Malaysia. Tetaplah Malaysia pemenangnya, Garuda Muda berjuang tuntas.

So, yuk rangkul sahabat bukan untuk disudutkan.
Namun tanyakanlah, mengapa belum menuntaskan? Apakah berkualitas mengisi waktu sehingga TA belum menjadi prioritas? Jika memang mereka anggap iya, tidak ada salahnya menjadi mahasiswa tingkat akhir yang lulus paling akhir. Jadilah pendukung setia yang menantikan perjuangannya hingga tuntas. Pasti tuntas!

Luluslah tepat pada waktunya. Waktu tepat pun berbeda pastinya. Masuk bersama belum pasti tuntas bersama. Satu yang pasti, pasti tuntas setiap orangnya!
Jikalau dulu dimasa skripsi saya butuh 3 tahun 2 bulan. Kini saya harus molor hingga satu semester dari jadwal. Eits, satu semester mendapat nikmat pendidikan dan pengalaman tiada mungkin terulang jadi mengapa tidak? Rugi bila menyesali perjalanan yang tidak biasa. Lulus akhir bukan kerugian segalanya namun soal pilihan. Selamat!

Ini akan menjadikan bekal untuk saya saat menjadi orang tua yang berpikir terbuka kelak. Saya akan sampaikan,
"Oooh anak saya memang suka jalan-jalan dulu. Maklum Eyang, Pakdhe, Budhe, Om, dan Tantenya bawel jadi anak saya pingin tahu bukti hidup itu ajab seperti apa. Kan mumpung anak muda". Bukan masalah besar menjadi mahasiswa tingkat akhir yang kalah cepat lulus dibanding tetangga kanan kirinya. Asal ada kualitas dibaliknya. Semoga.

Dedicated to:
Semua HIers UGM 2005 dan yang sedang berjuang menuntutaskan. Masih ada waktu setahun, akhir 2012. Tenanglah. Saya pun jua, SAMA!

Saran bacaan: http://msugiono.staff.ugm.ac.id/tips/seniskripsi.php

Foto itu: Jepretan saat di desa Kebon, Batik Kebon Indah.

1 Jul 2011

Kenali lebih dekat, Anak-Anak


Welcome July, may you bring your smile for us!
*HARI ANAK NASIONAL, 23 Juli*

Sebelum tidur malam, tak sengaja halaman membahas ASI dalam buku M. Quraish Shihab menjadi tema pengantar tidurku. Singkatnya, kedekatan Ibu - Anak sangat akan terbentuk saat menyusui. Setiap harum badan sang Ibu, jemari si kecil yang kadang bergerak-gerak sebagai pertanda ia merasa nyaman. Tempat ternyaman.

Tumbuh mengenal siapa anggota keluarganya, mengenal ini baik dan buruk, mengenal ini boleh dan tidak. Sangat konstruktivis sekali ya dunia ini. Lingkungan keluarga masih membawa aura baik bagi si anak hingga ia mulai bersosialisasi dengan tetangga, teman sekolah, dan teman-teman orang tuanya.

Tumbuh kembali mengenal ajaibnya dunia di setiap tempat yang ia temui. Belajar mengerti ini baik dan tidak, ini salah dan benar mulai tanpa bimbingan sepenuhnya dari orang tuanya. Belajar dan belajar menemukan.

Beruntunglah jika anak memiliki orang tua yang memberikan keleluasaan dan kepercayaan bahwa ia bisa memilih sendiri jalannya. Di lain pihak, akan tetap ada anak-anak yang berpendapat bahwa beruntunglah ia anak yang memperoleh bimbingan dan orang tuanya mampu memberikan sikap "melarang" atau "memperbolehkan" karena ia tidak akan merasa bingung untuk memantapkan pilihan.

Tidak ada yang salah dalam cara pola asuh yang diterapkan orang tua di keduanya. Artinya, orang tua sudah mengenal anaknya dengan baik. Orang tua sudah mengerti treatment apa yang harus diterapkan untuk menguatkan anaknya.

Bagitupula dengan anak, akan dibutuhkan pengertian dari anak untuk mengenal orang tuanya.
Meskipun sedikit memaksakan anak untuk mengenal orang dewasa, sedih.

Ya, dunia ini penuh manipulatif


Mari kenali segalanya lebih dekat, akan mengerti :)

Selamat menyambut Hari Anak Nasional, 23 Juli 2011. Berikan senyuman, pelukkan, hadiah kecil, suara manis kita pada Anak - Anak Indonesia :) #Bangunperadabanlebihbaik

foto itu: Jepretan Hiu, Redha.

12 Mei 2011

Muridku Harus Merangkak!


'Muridku bukan untuk dikasihani, namun dikuatkan agar siap hadapi dunia' my twitter

Bukan pagi biasa, berkaos merah dan menjajakan koran di lampu merah di bawah rel st. Tugu
Tumpukan koran ada di tangan mereka
"Hari ini libur, Buuuu bukan membolos" teriaknya
Woaw! rasanya wajahku masih tertutup dengan kain pelindung namun mereka bisa mengenali

Lampu merah kedua,
"Ngantor Bu Guru? Semangat ya orang aku juga semangat jualannya, mumpung masih pagi, rejeki biar endak ditotol ayam" ujarnya
Lagi-lagi hanya senyum yang harus kulempar bukan sinis tentunya

Ya, kerasnya jalan hidup yang mereka lalui bukan berarti mereka harus dikasihani.
Kuharap senyum yang kulempar dapat menguatkan mereka bahwa mereka pun bisa hadapi realita dunia ini.
Kuharap senyum yang kulempar dapat membantu mereka yakin bahwa pendidikan tetap menjadi cara memutus jalan hidup mereka kelak.


"Kalau pintar nanti jadi insinyur, bangun jalan dan memakai helm seperti pak Mandor ya, Bu. Nanti uangnya lebih banyak dari Bapak yang bisanya nyemen" harapnya

Harini ak menjadi rindu pada Ayah dan Ibu, hidup berkecukupan membuat diriku masih ada ditengah-tengah untuk bersiap menguatkan murid-muridku

Hitungan hari mendekati perpisahan dengan mereka, entah di kota mana pun, pasti kuyakin dapat membantu menguatkan anak - anak agar ia berani bermimpi, dan menghadapi ajaibnya dunia.

Kurindukan bocornya atap menemani murid kesayanganku, Febri, gadis mungil yang belajar mengenal dunia. "Bahasa Inggris bisa jadi uang, Bu nanti jadi guide di Malioboro atau Prambanan. Eh iya kan, Bu?"

Terima kasih Jokja,

foto itu: kegembiraan di sekolah darurat di pinggiran Ibu Kota
credit to: Daf - Ki - Kakak Cintya

Symphony: Just The Way of Communication


'cewek butuh 100 kata, cowok satu dua tiga kata cukup' - He said

Tidak perlu membangun pagar atau benteng yang tinggi untuk mengungkapkan batasan dari diri kita dengan orang lain, maksudnya mengkomunikasikan maksud dan keinginan kita kepada orang lain itu perlu bahkan penting.
Sebaliknya, membangun rumah tanpa pagar layaknya cluster di perumahan pun tetap memerlukan sepetak pos penjagaan untuk benteng pertahanan. Tamu tidak mudah untuk mengakses, perlu harus lapor satpam, dan mengetok pintu rumah yang dituju.

Ya, Just the way of communication
Bagaimana pandai-pandainya kita berinteraksi untuk mengungkapkan kemauan dan maksud kita
Membangun pagar yang tinggi sekalipun dapat kita masuki apabila kita cerdas untuk mengaksesnya
So, tidak ada yang tidak mungkin untuk berusaha mengenali.

Berinteraksi sosial, persahabatan, berpasangan, pernikahan bukan berarti menyatukan semuanya
Justru perbedaan-perbedaan muncul dengan beraneka ragaman


Ayah Bil, Uncle Im, Omme, Pakdhe Nang lebih senang straight to the point
Sebaliknya, saya, Bunda, Redha butuh bercerita kesana kian kemari
Well, tidak mudah

Saya tidak suka coklat batang atau apapun itu selain BengBeng, tapi Redha suka
Saya berpikir sekolah itu mahal, namun Omme berpikir tidak semua mahal
Saya tidak setuju anak-anak bekerja di jalanan, Pakdhe Nang berpikir daripada mereka hanya bermain2?
Saya tidak senang English full breakfast, Uncle Im senang
Saya senang orkestra, Uncle Im senang gamelan

Saya dan Bunda sangat senang belajar memasak, kami sama
Saya dan Redha senang berbagi cerita, kami sama
Saya dan Omme senang dengan mencoba hal baru dan energik, kami sama
Saya dan Ayah Bil senang memilih diam dan hanya mendengarkan musik bila kami berdua saja, kami sama
Saya dan Uncle Im senang memotret, kami sama
Saya dan Pakdhe Nang senang belajar menulis, kami sama

Ya, pertemuan - pertemuan, penyatuan dalam komitmen dalam interaksi sosial membutuhkan kepandaian dalam memahami orang lain
Menyebalkan? sungguh pasti menyebalkan bila tidak sama
Menyenangkan? sungguh pasti menyenangkan bila sama

Mengalirlah,
Bersabarlah,
Kenalilah selalu :)

Yuk! sampai usia senja, warnai dunia :)

'Inikah yang harus ku hadapi
Perbedaan tiada bertepi
Mengenali keinginanmu terhadap aku
Yang tak semuanya keinginanku' -
**cuma manusia, Krispatih


foto itu: Symphony Hall, Birmingham, U.K

7 Mei 2011

Insyallah Ada Jalannya


Insya Allah Insya Allah Insya Allah Ada jalannya... -Maher Zain

Tidak jarang keresahan melanda dalam perjalanan hidup ini
Resah datang disaat pikiran ini tidak mampu menjangkau apa yang akan terjadi nanti
Sempat ada kebingungan, keterputusasan,
bimbang apakah jalan ini yang terbaik,
Apakah ini patut dilakukan bahkan diperjuangkan?

Pilihan.
Tidak ada yang memaksa untuk memilihnya.
So, tidak ada alasan untuk tidak menikmati pilihan :)

Insyallah ada jalannya. Yakin pada pilihan.
Insyallah ada jalannya

28 Apr 2011

Gelora


"Kar'na kuyakinkan kudapat menemanimu tuk menginjak dunia sampai ajal tiba,.." - SC, Selamanya

Gelora!
Vitalitas!
Passion!
Stamina!

Wow!
Alhamdulillah, kemuliaan semakin hari datang menghampiri hari-hari
Ada saja kejutan dari Allah
Wow! semakin bergelora untuk bangun pagi

Heum, menjadi mengerti dan sangat mengerti makna Hamdallah
Heum, menjadi mengerti dan sangat menghargai makna Basmallah

Bangun pagi terasa sangat nikmat
Menutup malam pun terasa lebih nyaman

Alhamdulillah, tumbuh bersama itu menyenangkan
bimbing kami selalu Ya Allah
di lingkungan kerja,
sekolah,
masyarakat,
dalam keluarga

#menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga, bersyukurlah pada Yang Kuasa, cinta kita di dunia, Laskar Pelangi#

Perjalanan masih panjang
Kemuliaan, pembelajaran dimana saja kami tumbuh membuat hari ini semakin menyenangkan
Sepanjang usia, warnai dunia yuk!

Bismillah :)


foto itu:
Persiapan Laskar Pelangi versi Angklung
-Keluarga Paduan Angklung, FEB - UGM-

20 Apr 2011

Sampai di Usia Senja, Warnai Dunia


"Kar'na kuyakinkan kudapat menemanimu tuk menginjak dunia sampai ajal tiba"

Tanpa sengaja rekan seruangan memberikan lagu ini pada detik-detik akan makan siang.
Ehem, jelang makan siang salah satu quality time untuk memberikan dukungan dan sedikit rileks atas pencapaian 4 jam kerja. Sengaja melirik HP dan ya pastinya ada banyak rasa bergelora yang abstrak didefinisikan bertarung dengan pikiran positif tidak menutup pikiran negatif menghampiri.
Iringan gitar, perpaduan suara, dan lirik yang sangat mendalam membuat sebuah rasa dan asa menjadi lebih tenang serta optimis.

Alunan lagu ini, mengingatkanku pada foto keluarga yang sempat diunduh dari facebook Ibu siang ini, ya melihat foto keluarga pertumbuhan kami sekeluarga, hangat.

Beruntunglah kami memiliki anggota keluarga lengkap, ditambah warna dari keponakan kami. Foto keluarga memiliki cerita yang lebih mendalam dan penuh warna.

Karna Ibu tidak pernah meninggalkan Bapak.
Karna Bapak tidak pernah meninggalkan Ibu.
Karna Kakak tidak pernah meninggalkan Adik.
Karna Adik tidak pernah meninggalkan Kakak.
Karna Bibi dan Paman tidak pernah meninggalkan keponakannya.
Dan yang sangat terpenting, karena Bapak dan Ibu tidak pernah meninggalkan kami.


Tulus. Yakin menemani tumbuh bersama.
Saling menyapa. menguatkan. mengingatkan.
Yuk, warnai dunia sampai usia senja
.Selamanya.

Bismillah,
Alhamdulillah, Ar Rahman.

Selamat libur panjang ya!
Selamat quality time :)
**
Selamat ulang tahun, kakak, Ayah Bil
Selamat berlibur, enjoy the island
**
Ayah Ibu, saya pulang
**
Nenek, kami akan datang.
Credit to: Bli Yoga, sweet song
Foto itu: menu berwortel besar-penuh ranjau cabe-tabur bawang goreng, nikmat! jamuan gratis :D

Selamanya
oleh: Sisca
http://www.4shared.com/file/132900183/ad9342d4/SISCA_-_SELAMANYA.html

Melayang pandang mata
Terasa samar membawa jiwa
Melukis kau di angka
Sepantun kata dan kata
Tak dapat menuangkan rasa cinta
kepada dirinya
Terpendam sekian lama
berbekal tulus hati
Kukatakan kuberjanji kini
kasihku tak kan berhenyi
Kar'na kuyakinkan kudapat
menemanimu tuk menginjak dunia
sampai ajal tiba
Berdua dan bersama
kupercaya bersama s'lamanya...

Reff.
Amankan cinta kita
sampai di usia senja
menjalin kasih sayang milik kita
Pastikan kita bisa
bersanding senantiasa
Tanpa berbuah dua rasa
dari satu cinta...s'lamanya...

Kita patut berbangga
memiliki satu rasa cinta
yang tak ada tandingannya
Dan jangan sampai ada
jiwa lain merasuk ke dalamnya
sampai kapan juga...
kita kan bersama...
Aku percaya bersama...
s'lamanya...

12 Mar 2011

Jarak: Selamat datang di Global Village, Ratih

Bapaaaaaaaaak! #triakan spontan ala bocah ketemu Bapaknya#
Heiii, kemana saja kamu? #sambut si Bapak sambil hectic dengan aktivitas#
Bikin poster sepanjang 4 meter, sudah kuemail ya kabarku #Lapor#
Okee #Brukk, suara mobil pun terdengar#

Well, itulah reuni singkat kami, si murid dan guru (baca: dosen).
Sebentar namun sudah cukup mewakili bagaimana kabar guruku.

Ya, guruku sahabatku.
Bermain sepeda menyusuri selokan mataram Jogja, sambutan hangat dengan gudeg atau makan siang pecel dibumbui pembicaraan renyah sereyah ikan goreng wader.
Rumah yang cukup unik dan sangat nyaman. Tiada teralis, semua kayu dengan langit-langit tinggi, rak buku hingga langit - langit penuh buku, meja besar berserakan buku dan laptop, ada piano untuk ibu dan putra-putrinya. Nice!

Jujur, tidak pernah duduk di ruang tamu karena beliau selalu menyuruh masuk melalui pintu samping, menembus halaman rumput belakang dan ya berkumpul di meja makan di dapur. Hangat! Kebayang pesta barbeque apabila diadakan, ada rumah pohon untuk dua buah hatinya, dan dapur kedua untuk ibu cerdas.

Ke lantai atas, ada teropong dan layar lcd untuk menonton bersama. Ringkas, rumah ini sangat unik. Yes, gak sabar mengajak hiu untuk berkunjung dan pastinya memesan rumah idaman. Sebelas dua belas, gratis! Untungnya dikelilingi para arsitek berbakat.

Ups, eniwei, pointnya adalah rutinitas terkadang membuat kita asik dengan dunia kita, dunia yang membuat diri ini produktif. Pointnya cuma satu, meyakinkan diri ini bahwa semua pendukung kita pun menikmati dunia masing - masing. So, berasa memegang pasir ditangan, santai tapi pasti #aseeek!#

Reuni kecil di halaman kampus setelah sidang tadi telah berhasil menghapus pemikiran orang-orang bahwa si Bapak sibuk, si ABC sibuk banget. Heiii, sibuk? Bisa ada jelaskan padaku arti terminologi sibuk?

Ralat!
Tanyakan pada pendukungmu, sedang menikmati apa? sudah pencapaian apa nih?

Please kindly reject this
: lo sibuk banget deh? sibuk apa siih kamu? Lama gak ketemu, lo sibuk apa mau kemana nih sekarang?

Wahahahaha untung si penaya bukan boneka, bila boneka udah kuketawain dan bilang, ini orang apa boneka yang gak pernah hidup dan tumbuh dalam hidupnya?

Dulu jaman kecil. Ugh dendam membara deh saat rapor terkahir diambil Ibu lantaran sibuk mengajar.
Eits, well dosa ini jauh lebih besar dan sekarang bisa bilang, Yes mom, you're amazing, just the way you are!
Ibu tidak pernah menyibukkan diri dan bukan pilihan dia untuk menjadi sibuk, yang ada adalah beliau menikmati passion mengajar dan berjuang menyenangkan kami, dua anak bandel.

Kuyakin, semua pendukung sekitar pun demikian, bukan sibuk namun hanya menikmati bagaimana mereka tumbuh bersama hidupnya. Bagaimana Hiu dan diri ini terpisah karena jarak JOG-BDG PP atau JOG-DPS PP, harus merelakan pulsa bahkan ongkos. Berat diongkos deh. Betapa senangnya saat mendengar pertumbuhan semakin hari dari orang - orang telah kita kenal. Eits, reuni kecil ada juga dalam bulan ini. Woaw bertahun - tahun tidak melihat batang hidung (hingga sekarang juga belum sih) tapi cukuplah intuisi membuat diri ini bolak balik cari tiket pulang Bintaro dan tak sabar mendengar pertumbuhannya. Sama dengan Hiu dan guru hebat tadi, jarak!



Ya! endingnya bermuara ke kata: Jarak!
Diatas sudah tersirat dan tersurat bagaimana ada moment yang tidak selamanya terlewati bersama bagi diri ribadi kita dengan sekitar dan orang - orang yang kita kenal.
Prinsip hidup ini semua orang baik.

Ya, malam ini, sosok preman ala pak Ndin di Gatsu, atau si Emon, loper koran St. Tanah Abang/Palmerah juga kurindukan.
Ya, rindu Jakarta dengan segala hectic pertumbuhan masing - masing manusia di dalamnya.
Ya, rindu ada menikmati moment pertumbuhan mereka.

Well, ini makanya ada dunia. Makanya dunia bulat dan banyak kawasan. Makanya ada studi kawasan dan ada studi hubungan internasional. Ya, dunia ini bulat dan luas yang membuat diri ini pesimis untuk dapat hidup bersama bersama mereka tanpa melewatkan moment.

Yes, galau tadi malam terjawab: Selamat Datang di Global Village, Ratih!

Global village yang mana seluruh manusia terhubung satu sama lain dan seolah - olah membentuk perkampungan, guyub. Terima kasih canggihnya teknologi, tetap bisa diriku menikmati semakin keriputnya Ayah Ibuku, cerdasnya ponakanku, dan pertumbuhan Hiuku (yang segera mungkin memberiku wedding invitation bertulis nama lakinya plus tket GIA PP, disaat itulah patah hati kedua akan tiba, sebaliknya).

Jarak, ya asal ikhlas menjalani dan bersabar.

Man Shabara Wa Zhafira --Siapa yang bersabar akan beruntung #His sms before leaving to Belgium. A man who made me broken heart, 1st time, my brother#


foto itu:
Jepretan di Paris, but lovely U.K than it :D
Ups, Alhamdulillah

20 Feb 2011

Kardus Buku: Kita semua Doraemon Santa



Dongeng? Membaca cerita?
Hadiah terindah untuk anak - anak.

Mengisi acara anak - anak, mendongeng membuat mereka terdiam adalah hal yang paling kusukai.
Itu membuat saya rileks dan lega.

Rindu sekali bercerita dengan Nabila di Bintaro.
Rindu melihat Maureen canggih dengan aksen Britishnya, Aunty tell me about this book

Malam ini, saya mendapat email dari seorang sahabat yang sedang bertugas mengajar di Halmahera.
Semoga, pembaca setia kuningorange sudi bergabung, dan berkontribusi, saya akan membantu kalian :)
Anak Indonesia berhak maju!

Teman2 yg berbahagia,

Semoga saat email ini diterima, teman2 dlm kondisi sehat dan tdk terlalu sibuk, sehingga mau meluangkan waktu membaca racauan dari ujung timur Indonesia. :)

Tiga bln sdh aku mengajar di desa Indong, pedalaman Halmahera Selatan. Desa yg indah di bibir pantai pulau Maluku dengan penduduk yg ramah luar biasa. Alhamdulillah aku sendiri sdh mulai diterima dan betah di sini.

Aku mencoba memberikan manfaat semaksimal mungkin utk desa ini selama aku berada di sini 1thn, terutama dlm bidang pendidikan. Aku sadar, mencoba melakukan ini sendirian akan sulit. Dan aku yakin, Indonesia ini masih penuh dgn orang2 baik yg ingin memberikan sesuatu untuk sesama.

Aku mengajak teman2 untuk berbagi.
Aku butuh bantuan teman2.

Di awal kedatanganku, aku membawa 1 kardus berisi buku dan majalah untuk anak2. Di hari aku membuka kardus itu, isinya segera habis tak bersisa diambil oleh anak2. Mereka membaca dgn suara keras dan antusias di depanku. Mereka membaca seperti tidak pernah melihat buku sebelumnya.

Di desa ini, anak2 tdk ada yg memiliki buku pelajaran. Mereka ke sekolah hanya bermodalkan pensil dan buku tulis. Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) tdk cukup utk membelikan mereka buku pelajaran yg mereka butuhkan.

Jika teman2 mempunyai buku2 bekas yg sudah tdk terpakai, teman2 bisa mengirimkan ke desa ini. Buku apa saja diterima. Lebih diutamakan buku belajar membaca, menulis dan berhitung. Berikut juga SD, SMP, dan SMA serta buku cerita. Masih banyak anak yg tdk bisa membaca, menulis dan berhitung dgn lancar di desa ini.

Teman2 bisa mengirimkan lewat pos dgn biaya Rp 10rb/kg dgn alamat:
SDN Indong, desa Indong, kec. Mandioli Utara, kab. Halmahera Selatan, prov. Maluku Utara. Paket teman2 kira2 akan sampai dlm waktu sebulan.

Setiap paket yg sampai akan didata dan didokumentasikan di blogku:
http://rahmanadipradana.wordpress.com
atau
http://blog.indonesiamengajar.org/adipradana/
Teman2 bisa memeriksa sendiri nantinya.

Harapanku adalah teman2 bisa mengirimkan minimal 1 kardus berisi buku, berapapun dan buku apapun dan dalam bahasa apapun diterima.

Semoga kardus yang teman2 kirimkan bisa menjadi kantong doraemon dan karung santa klaus yg akan menghadiahkan anak2 desa ini sejumput impian dan harapan dalam hidup yang tak pernah mereka bayangkan.

Jika berkenan, tolong sebarkan email ini kepada keluarga, saudara, teman kuliah, teman kerja, dan kerabat lain.

Terima kasih untuk bantuannya.

Salam hangat dari halmahera,

Rahman Adi Pradana
Pengajar Muda
Indonesia Mengajar
Email: adi.pradana@pengajarmuda.org
Powered by Telkomsel BlackBerry®

foto: jepretan saat di sisa hancurnya rumah erupsi Merapi

16 Feb 2011

Panik: Jodoh saya sudah disiapkan to Tuhan rupanya


Dalam suatu masa datang ke Jogjakarta sendiri tanpa orang tua dan kakak, hanya dijemput oleh Ni Wayan, saya kembali ke kota ini dengan sejuta energi setelah menghirup udara ibu kota selama setahun. Tujuan yang terpikir saat itu adalah saya ingin belajar. Setahun sudah berlalu, justru pelajaran banyak saya temukan di luar sekolah baik pelajaran kehidupan dan pelajaran yang saya minati, sustainable development.

Hari ini pengumpulan rencana tugas akhir, layaknya mahasiswa tingkat akhir, saya pun pusing dan panik. Bedanya, tiga tahun lalu saya panik dan segera mencari jalan agar saya selamat dari tekanan (baca: semangat bikin skripsi). Ehem, entah karena faktor begaya, atau sok-sokkan saya tidak pusing. Namun tetap saja pagi ini saya panik, dalam hitungan jam, nasib dan cerita akhir saya akan tertulis dalam catatan akhir sekolah bernama Tesis.

Sejak sore kemarin saya pikir-pikir tema, sejenak saya datang refeshing menikmati Pekan Budaya Tiong Hoa pun saya galau terpikir oleh judul dan topik tersebut bahkan saat adik hendak iseng bermain tarot, saya pun iseng ikut dibacakan.

"... keduanya baik sekolah maupun pekerjaan Ratih akan berhasil karena banyak orang baik yang membantu Ratih di kantor dan soal kuliah tidak menjadi masalah besar, artinya keduanya akan mencapai keberhasilan..." begitulah tutur si pembaca tarot.

Glek! yaelah mbak, Tuhan saya mah sudah mengajari saya cara untuk mengelola waktu dan pikiran. Dan ucap syukur teman - teman saya di kantor dan dosen pun baik - baik. Ini semua berkat ibadah muamalah dan keyakinan pada ada kemudahan di setiap langkah umat saja batinku.

Eniwei, pagi ini panik teratasi dengan hanya 10 menit! whoooot?

Rupanya, Tuhan telah mempersiapkan jodoh saya (baca: topik tesis), mau saya koprol hingga jungkir balik mencari juga berakhir pada topik yang pas dihati ya itu tadi.

Ehem, rasanya saya tetap harus jeli dan perhatian pada hal - hal sekitar tidak hanya terfokus pada visioner apalagi sibuk dalam kepanikan.

Terkadang saya pun lupa untuk sejenak bernafas, tidak terburu - buru, dan menikmati waktu.
Terkadang saya menyalahkan ritme hidup di Jogja yang serba kurang gregret secepat kilat dari kerasnya ibu kota.

Ehem,
pagi ini saya belajar untuk tidak sibuk berlari dan menikmati buru - buru serta panik saya dalam setiap hal.
Menikmati waktu bukan berarti lambat,
Menikmati waktu saya anggap sebagai reward atas diri ini yang selalu dikuras energinya
Menikmati waktu bukan berarti melupakan masa depan.

Terima kasih panik, tanpa ada kepanikan saya tidak akan bisa duduk diam dan berpikir langkah selanjutnya.

Eniwei, Ibu saya seorang mudah panik, Ayah saya berkarakter lembut dan tenang, begitu juga dengan Ayah Bunda Nabila :)
So, sebuah reward bagi diri saya double tasking , panik dan menenangkan panik. Happy single moment :)

foto: papan informasi Help Point di St. Tube

15 Feb 2011

Amerika: Mas Bram, Tuhan punya banyak skenario



---bekerja di KJRI Houston menyenangkan banyak bertemu orang dan belajar ini itu. Semoga suatu saat Ratih juga bisa berkarya sesuai keinginan dan impian yang dituju!!!---

cuplikan pesan singkat dalam sebuah kartu pos kiriman sahabat saat kami duduk dibangku kuliah. Rasanya saya menjadi teringat bagaimana perjuangan kesabarannya menempuh cita-citanya menjadi seorang diplomat. Bukan hal yang mudah untuk menembus Pejambon. Banyak hal yang harus dipersiapkan dan dipertimbangkan bahkan penuh kekuatan doa.

Hidup dan mencari ilmu di lingkungan yang membuka banyak peluang keluar negeri menjadi menyenangkan bagi saya dan teman-teman. Peluang dan jalan terbuka bagi kami. Mimpi sebagian besar dari kami adalah keliling dunia. Kami selalu berbicara soal negara A, B, C bahkan kami bebas memilih kawasan apa yang kami sukai. Berhubung saya penasaran dengan negara yang kata orang adidaya, Amerika, saya menjadi kawasan tersebut sebagai kawasan yang menarik untuk dipelajari. Tak pernah berpikir soal benua bernama Eropa, maka saya tidak mengambilnya.

Eits,
Tuhan punya banyak skenario.
Tuhan mengerti apa yang saya butuhkan bukan saya inginkan.


Keberangkatan kakak menginjakkan Amerika dan menyerap ilmu secepat kilat disana membuat saya tutup mulut alias no comment!
Satu persatu sahabat berpamitan menuju negara adidaya itu, mengirim kartu pos, membawakan bendera, buku bahkan majalah. just fyi, koleksi bendera dunia dan kartu pos terbanyak saya, ternyata Amerika. Semua kiriman mereka membuat saya senang, dan mengucap syukur bahwa saya belum berhenti berharap dan disimpankan moment ke Amerika dalam kejutan hidup selanjutnya.

Mana tahu gitu, dapat tugas, konfrensi, atau hanya numpang transit huekekeke sama halnya saya tidak pernah bermimpi sebelumnya ke Eropa, saya dulu cuma bisa tersenyum dan kemudian tutup mulut saat dua buah kartu pos melayang ke rumah, cuma bisa menikmati tiap foto kiriman tentang Eropa.

Eits,
Tuhan punya banyak skenario.
Tuhan mengerti apa yang saya butuhkan bukan saya inginkan.


So, Houston semoga menjadi kebutuhan saya di masa depan. Entah hanya mengunjungi Nabila atau apapun itu yang pasti Tuhan menjadikan keberangkatan menjadi kebutuhan saya suatu saat nanti.

Ehem,
lukislah awan kebutuhan kita di masa depan.

1... 2... 3 sudah jadi lukisan milik saya. Amien.

Dan Anda, kawan? :)



foto: jepretan dari kartu pos mas Bram

4 Jan 2011

Bukan Ahlinya Perbaikan

Nasib saya menjadi anak gagap teknologi (gaptek) hingga halaman orange ini tidak bisa dengan indah teman - teman nikmati secara utuh sempurna lewat jepretan gambar sebagai pemanis. Saya tidak bisa menyertakan gambar seperti biasanya.

Wah, meskipun bukan tamatan teknik saya mencari jalan agar tampilan menjadi lebih segar.
Ya, apa mau di kata, saya sungguh gaptek. Saran dari teman - teman tukang insinyur (kok jadi ingat alm. Benyamin S.--memanggil si Doel tukang plus insinyur, boros sapaan sekali, lucu) telah saya lakukan, mulai dari meng-crop, menurunkan KB hingga mengganti provider blog (sangat tidak solutif satu ini). Yah gimana dong, nihil.

Pengetahuan ada dimana - mana, tidak harus menjadi ahlinya. Baiklah, saya akan mencari cara untuk ini meskipun saya bukan tamatan teknik :)

Mohon ditunggu cerahnya lembaran orange ini, ya mungkin Tuhan sedang meminta saya untuk lebih jagoan melukis dengan cahaya agar semakin tajam ceritanya. Ya mungkin Tuhan sedang meminta saya meluangkan waktu dengan tidak mendua saat menulis di sini dan draft lainnya agar lebih berkualitas.

Pengalaman, jam terbang ada dimana - mana, tidak harus menjadi ahlinya. Baiklah, saya akan mencari cara untuk menikmati proses pertumbuhan dalam setiap huruf, kata, frase, kalimat dan paragraf.

Eniwei, terima kasih berikhlas hati berkunjung dan meninggalkan pesan komentar (hayo siapa saja yang berkomentar lewat sms - email) sudah disediakan lho dibawah. Yah gimana dong, pemalu.

25 Des 2010

Fighting for our Freedom


Kali ini saya tidak hanya ingin menulis, lebih dari itu, saya menulis sambil bernyanyi dan bersenam jemari.
Mengapa?
Agar hati saya dapat terbakar mempersiapkan "kepulangan saya" biar tidak hanya sekedar "pulang". Silahkan ikut bersenandung bersama saya, bila anda mengenali lagu ini :)

We’re fighting for our freedom
We shall not be moved
We’re fighting for our freedom
We shall not be moved

Like the tree that planted on the water shore
We shall not be moved
We’re HI UGM fighting for our freedom
HI UGM shall not be moved

Like the tree that planted on the water shore
We shall not be moved


foto: HI di halaman rektorat

22 Des 2010

Klik PAUSE! Selamat Jadi GILA

05.30. Bangun pagi - Sembahyang - Rock 'n Roll di SwaraGama Fm - On line menengok email; jejaring sosial; beberapa surat kabar - bila ingat membaca sedikit materi kelas / pekerjaan - Mendaftar agenda - Beraktivitas, bermusik, bersekolah, work day!

Pulang - mendapur ambil sendok lalu makan - jadi pendongeng dan pendengar yang baik - On line menengok email; jejaring sosial; beberapa situs hiburan - bila masih mampu menyalakan mata untuk membaca sedikit materi untuk esok - Menulis - Tidur, Hari ini selesai! 00.23.

.Rutinitas.

Diatas sedikit gambaran rutinitas.
Upps, terkadang teramat heran, mengapa sulit sekali untuk mem-PAUSE rutinitas dan melakukan hal - hal gila di luar rutinitas.

Ya! Spontanitas namanya.

.Spontanitas.
Sungguh, saya teramat gila spontanitas bila memang sudah saatnya gila spontanitas. Terkadang saya pun cukup gila dengan rutinitas, namun beruntunglah kegilaan spontanitas masih teramat gila. yes! Seven eleven hidup saya gila spontanitas.

.Spontanitas.
Hampir 11.59 jam rutinitas di luar rumah, ya paling tidak, ada kelebihan 1 menit lebih menang spontanitas.

Namany juga spontanitas, intinya HANYA mem-PAUSE dan beranjak angkat pantat - pikiran - dan angkat mulut tertawa, siul-siul, bersenandung atau cuma melebarkan pipi melempar senyum.

-- Selamat mem-PAUSE diri anda. Selamat menunaikan Spontanitas. Lakukan hal-hal tergila di luar rutinitas kita! --
-apa itu? terserah anda yang jelas bisa buat anda gila! dan pulang membawa energi SUPER Gila untuk melanjutkan hidup anda, rutinitas. Libur Akhir Tahun telah tiba! -

3 Nov 2010

Demi Masa: Merapi tidak berjarak


Saya pun teramat mengerti bagaimana rasa khawatir atas jarak.
Sebagaimana seorang mama bertanya "Sampai kapan hendak berhenti naik gunung?"
Sebagaimana bunda bertanya pada saya "Ada bencana ya semakin sibuk, tant?"
Sebagaimana pernyataan ibu saya bertanya "Program apa nanti untuk adik - adik bencananya?'
Sebagaimana upaya ayah menayakan setiap program CSR di otak saya "Program apa untuk mereka?"
Sebagaimana sahabat - sahabat mengirim sms singkat padat "Sesak tidak nafasnya?"
Sebagaimana harus mendapat pertanyaan general "Apa kabar Jogja?"

Demi masa, selagi kaki dan hati ini dapat melangkah tanpa harus berdiskusi, meminta persetujuan sangat ketat ibarat melakukan aplikasi ke Eropa dengan seribu satu persyaratan ini itu, biarkan tetap melangkah.

Jarak bukan berarti pembuktian atas mitos karena hobi makan sayap ayam sehingga akan selalu terbang jauh, berjarak.

Sebagaimana isu J.a.r.a.k menjadi bahan diskusi top minggu lalu dengan hiu kecil saya, jarak terkadang membuat kita jauh dan bersalah tak bisa berada di dekat orang -orang yang kita sayangi. Jarak harus sangat dipertimbangkan.

Seberapa jauh jarak, tetap akan tiba masa dimana menghabiskan banyak waktu untuk si kecil, menemani anggota lainnya berkarya hingga larut, heboh mengucap Pagiiii dari dapur di awal hari untuk mereka. Tidak berjarak.

Hari ini, Merapi membuat saya kalap sesaknya dan pingsan.
Hari ini, Merapi membuat saya mengerti atas setiap detail kesempatan yang Tuhan berikan pada umatNya, nikmat sabar.
Hari ini, Merapi membuat jarak diwarnai penuh kesabaran.

Sabar bagaimana harus memberi pengertian pada Ayah dan sahabat kerabat atas penolakan kepulangan.
Sabar bagaimana harus mengerjakan hal - hal yang tidak biasa saya lakukan.
Sabar bagaimana para pengungsi tetap bersabar tanpa ada jarak dengan Merapi, sahabat mereka.
Sabar bagaimana Alm. Mbah Maridjan bersabar atas kontra dari Gubernur yang bukan Sultannya (baca Sultan IX bukan X sekarang).
Sabar bagaimana media justru lebay dengan pemberitaannya sehingga melupakan cara kelokalitasan keyakinan orang Jawa terhadap kondisi Merapi.

Terima kasih, Merapi.
Demi masa, sabar.

-sepertihalnya pohon yang tidak pernah tumbuh tergesa-gesa, menikmati tiap-tiap tumbuhnya satu demi satu helai daunnnya, menikmati tiap gugurnya daun lembar demi lembar, demi lembar helai daun baru..maka nikmatilah tiap detail hidupmu dan bersabar-

So, apa Jarak menurutmu kawan? Apa juga gunung Merapi bagi atau menurutmu?

31 Okt 2010

Demi Masa: Dia Tahu Bagaimana Memilih


Detik Jam Ini Mengerti Bagaimana Masyarakat Inggris Memilih Yang Terbaik
-Jepretan Paman-


Dia menjadi Next Kamuuu. Siang ini saya bingung mendapat sms dari rekan kerja lama.
Dan ternyata...

Hidup penuh warna. Dan kita berhak memilih warna, begitupula mengisinya.
Hari ini saya bak tersambar kejutan dari Tuhan sebagai rasa cintaNya membukakan pikiran.
Selain Merapi atau tsunami di Mentawai tentunya. Kabar terbaik datang dari rekan lama.

Pagiku dimulai dengan semangat pas-pasan menuju ke sekolah. Padahal alarm saya setahun ini lagu yang diharapkan mujarab untuk memulai hari: GURUKU TERSAYANG...GURU TERCINTA...TANPAMU APA JADINYA AKU...TAK BISA BACA TULIS,,, MENGERTI BANYAK HAL...GURUKU...TERIMA KASIHKU...

Ya apa daya jungkir balik mengerahkan segala energi untuk menjadikan detik demi detik, menit demi menit kegiatan belajar, hambar - tetap bisa dinikmati, dibuang teramat sayang bahkan berdosa. Tuhan dengan indah membuat skenario, keisengan melamar kegiatan pengganti liburan membuahkan hasil, Organisasi Internasional mau menerima aplikasi manusia berisik semacam saya. Banyak belajar detail membuat saya senang meski penuh ekstra belajar. Ekstra sabar mempersiapkan semua detail pada deadline keberangkatan menuju benua - benua impian sebelum berlabuh pada pelabuhan akhir. Gerbang labirin mulai terbuka dua tahun lalu, nyaman di ruang tamu setiap pintu, namun tetap harus membuka pintu - pintu labirin lainnya :) Menikmati setiap detail oksigen dari labirin ini, kawan!

Tuhan dengan jalan indahNya memberikan setiap pelajaran berarti, kado terindah. Ibarat anak tangga yang selalu dengan pelan saya naiki, tepp.. tepp.. tepp... step by step... mengatur nafas, energi, berpikir, dan pilihan hanya dua: terus naik atau berbalik turun. Mari berupaya untuk menyelesaikan anak tangga dengan semangat terbaik! Sampai!

Sampai! artinya, berani jujur pada diri sendiri dan menggunakan hati pikiran dalam mengakuai "apa passion" yang diri ini senangi, diri ini nyaman, dan diri ini menjadi berlebih bermakna setia bangun pagi sehingga bersemangat tanpa diminta bahkan dipaksa. Rene Suhardono dalam bukunya Your Job Is Not Your Career mengajak kita untuk lebih menikmati tiap detail waktu agar tak terbuang percuma, sayang kan diberi kesempatan hidup namun tidak senang menjalaninya :)

Ya! saya suka, suka ......
Ya! saya suka, suka mengajar
Ya! saya suka, suka menggambar
Ya! saya suka, suka menulis
Ya! saya suka, suka marketing
Ya! saya suka, suka dunia hiburan

Ya! saya tidak suka, tidak suka menjadi birokrat
Ya! saya tidak suka, tidak suka menjadi pekerja
Ya! saya tidak suka, tidak suka menjadi .......

Pilihan pribadi masing - masing.
Pilihlah yang bermanfaat sebagai sajadah kita di dunia. Pilihlah jarak kantor -rumah sebagai tempat sa'i terbaik. Persiapkan hati terbaik dalam rutinitas sebagai dzikir pujian syukur kita.

Demi Masa, mari kita berani menikmati setiap masa yang diberikan Tuhan atas hidup kita.
Demi Masa, mari kita mengharagai setiap langkah dari pilihan -pilihan setiap manusia berakal bergelora jalani proses hidupnya.

Sore ini, Terima kasiiih rekan tim UBW, Adi! Selamat dataaaang di dunia yang kau senangi :) Titip anak bangsa ya! Indonesia Mengajar Jaya! ^^b

9 Okt 2010

Europe: Go for it! In the name of Development (as freedom)


Europe!
It is a great continent
It is a great place to study that my uncle, my friends, my lecturer said

Europe!
I have a dream get a ticket to enter its continent
Schengen or just visa for UK

Europe!
Yes, I got an invitation go there and arrange itinerary
googling, browsing, sending email.....
making a proposal to my campus or private sector
It is very stressful

But, I will survive and behave, go for it!
Only one purpose: development!

Just want to say to the world that development as a freedom
I am going to concern to the development - economic politic -
Have a great career which dedicate to humanitarian, public service
Somewhere institutions called Academic, MNCs, Ministry of Foreign Affairs, IGOs, United Nations

Europe!
I hope you will be my inspiring place
I hope you will give me a great moment which can be a good start for career on future!

God, please blessing me on this journey.

Amien.

30 Agu 2010

Merantau itu senikmat Hari Raya


Keajaiban selalu terjadi! Ya itulah cara Tuhan berbagi nikmat dan mendidik umatNya. Malam ini suhu badanku 39 derajat, mungkin bisa jadi global warming tidak hanya berlaku bagi bumi saja, melainkan juga manusia :D eniwei, bisanya dengan suhu begini, akan ada aksi cepat tanggap dari Ayah, Ibu, Jindul, atau Bunda ya paling tidak bawel bla bla bla ala orang dewasa.

Keajaiban itu pasti ada! Dibalik 39 derajat, ada hal yang nampak tidak heboh dan tidak meye-meye, apa itu? Ya! usaha spontan yang dilakukan oleh diriku agar tidak terkapar sakit sehingga merepotkan banyak orang. Merantau merubah segalanya! 5 tahun yang lalu aku datang ke Jogja dengan penuh rasa tanya akan apa yang terjadi padaku. Ya! terjawab mengapa aku harus digariskan hidup dalam keluarga HI dengan penuh warna setiap saatnya, belajar hidup dengan keluarga baru. Upacara wisuda membuatku harus banyak berterima kasih pada Tuhan atas semua garis Tuhan ini. Lagi-lagi aku harus bingung penuh tanya apa yag akan Tuhan gariskan untuku. Paling tidak, Jogja membuatku siap untuk menggempur kerasnya Jakarta.

Keajaiban itu pasti terjadi! Tuhan membantuku untuk belajar merantau di ibukota. Terkadang aku sering berpikir, aih dari satu rangkaian KRL tak ada yang kukenal. Heum, namun perlahan asumsi itu tidak selamanya terbukti. Rutinitas pagi dan sore membuatku memiliki beberapa kenalan pengguna KRL. Ya! bersama ibu-ibu pegawai Depkeu atau Sudirman'ers kami selalu merumpi di st. Palmerah menunggu malam tiba dan bertemu lagi ceria di Pondok Ranji, Bintaro. Masih kuingat bagaimana parnonya sahabatku, Ita, saat melihat tukang ojek di depan komdak, Semanggi, erat sekali dia pegang tanganku. Ya itulah keajaiban! sekeras apapun ibukota, aku tetap yakin masih banyak orang baik dan bersahabat. Duh, jadi rindu Pak Ndin, tukang ojek yang selalu sms "Ibu pulang jam berapa?" setia mangkal di depan kantor menemaniku mengejar KRL hingga selesai Isya. Keajaiban itu selalu terjadi! Pak Ndin hingga kini masih sering menelpon bertanya kabarku, dan kuperkenalkan Pak Ndin sebagai ojek langganan teman kantor. Keajaiban itu terjadi bagaimana keluarga Jakarta satu persatu mengirim parcel dan ucapan ke Jogja, terima kasih kita tetap keluarga! :)

Keajaiban itu selalu terjadi! merantau membuatku perlahan mengerti bagaimana menikmati hidup, menghargai sesama, mengelola emosi, memikirkan masa depan, dan pastinya membuat berterima kasih pada Tuhan yang menguatkan kita semua.

Terkadang merindukan bagaimana semua kemudahan dan ketersediaan fasilitas ada. Merindukan bagaimana Bunda atau Jindul menawarkan nanti biar diantar Pak Sam, teringat pula Ibu selalu bilang "diantar dijemput saja biar tidak capek!", "sudah liat tv saja biar bu'e (sebutan untuk pembantuku di rumah) yang mengerjakan" bahkan guru mengaji atau les pun datang ke rumah tanpa harus pergi. Menikmati hidnagan makan bersama-sama, belajar ditemani ayah atau jindul. Kini sebaliknya, terkadang jadi kagok bila harus diantar jemput, dicucikan bajunya. Ya, keajaiban itu pasti terjadi! membuatku memiliki keluarga dekat di Jogja, Jakarta, Bandung, Sanur, Inggris, dan Amerika.

Keajaiban itu selalu terjadi! mengapa aku memilih menghabiskan waktukku untuk di depan internet daripada depan TV, ya karena au bisa tetap berkomunikasi bersama mereka. Akupun sering mengunjungi kantor pos untuk sekedar mengirim paket, kartu pos, dan surat untuk keluarga-keluarga baruku. Lebih memilih menikmati hari bersama adik-adikku daripada kuhabiskan diam di kamar seperti dulu di rumah.

Banyak hal yang bisa kulakukan bersama keluarga-keluarga baruku dengan grup Angklung, fotografi, menghabiskan 8 jamku di ruang kuning Hummmy-- nge HOS 109, belajar bersama keluarga di HI, olah raga bareng, memasak bersama mbak Djum, mengajar les atau jalan-jalan. Ya! merantau sangat menyenangkan, merantau membuat kita berpikir dengan lebih tenang tanpa harus meninggalkan karakter kita. Ya! sangat tak sabar mengoleksi stempel di pasporku. Ya! merantau itu senikmat Hari Raya berkumpul bersama keluarga :)

Selamat berkumpul bersama keluarga aslimu, kawan!

Akupun tak sabar menunggu wajah Ayah dan Ibuku menantiku turun dari Joglosemar atau Banyubiru :)
Menanti Jindul bunda dan Zahra Nabila memanggilku :)

"Kubiarkan kalian kesana kemari agar bisa melihat dunia, tanpa harus duduk belajar serius demi menjadi bintang kelas, jangan ranking 1 ya ranking 3 aja, susah lho ranking 3 karena harus berjiwa besar dan mriyayeni" Ayah said when I was 8 years old :)

11 Jul 2010

Pohon: Sabar di tengah dunia heboh Bola! koq Usaiii....

"sepertihalnya pohon yang tidak pernah tumbuh tergesa-gesa, menikmati tiap-tiap tumbuhnya satu demi satu helai daunnnya, menikmati tiap gugurnya daun lembar demi lembar, demi lembar helai daun baru.. maka nikmatilah tiap detail hidupmu dan bersabar serta yakin dirimu akan tumbuh "besar" "kuat" dan "sehat" kelak..."


"Pulang sendiri ya dek, bolanya lagi seru!"
"Jaga rumah ya, mau nobar ini"
"dek, ak off dl ya, mau liat Belanda"
"Sorri gak sempet pindah channel, dek, Tipi dipake pakdhe liat bola"
"Maaf ratih, gak sempet liat tvone lagi seru bolanya"

Bola terima kasih tlah membuatku belajar bersabar sebulan ini dan memahami sekitarku. Paling tidak, kini aku tahu tidak hanya istilah kiper - lapangan warna hijau - jumlah pemain. Namun juga, mengerti dan menggali soal Bola dari para pecinta jagoan masing-masing bahkan cerita "Paul Gurita" yang luar biasa unik :) Setidaknya, ada usaha untuk bersabar mengerti bola dan kesenangan sekitarku :)

Piala Dunia 2010!
Sungguh tak kutahu mengapa dunia ini demam Piala Dunia. Namun yang jelas, Piala Dunia membuat orang-orang disekelilingku menjadi punya cerita - berkomunikasi - dan berani mengekspresikan sesuai hati mereka yang mana bergantung pada jagoan mereka yang berlaga di dunia hijau itu.

Piala Dunia 2010!
heiii...bagi bukan pecinta bola ini moment yang harus ekstra membuat sabar!
Tak jarang janji bertemu bergeser karena bola! tak ada jemputan lantaran bola! tak ada komunikasi lantaran siaran bola!
Tak jarang juga ayah, pakdhe, dan kakak meninggalkan kami yang lelap tidur untuk beranjak melihat bola!
Tak jarang teriakan seruan komentar dari mereka penikmat bola!
Tak jarang Home Fbuk bicara soal bola!

Ya! bola terasa menarik perhatian, bahkan bila jealous, jealous paling menakjubkan ya lantaran bola!
Heum,
untung selalu bisa menikmati setiap detail hidup yang mana dipenuhi oleh bola bola bola....
untung ada ayah, pakdhe, kakak yang rela mengenalkanku istilah istilah bola, meski tak jarang pula "iiih, berisik, seru ini" lha, aku menjadi terheran mengapa seru dan sempat jealous, hehehe

Ya! bola mewarnai hidupku sebulan ini
Ya! bola membuatku belajar sabar dan memulai sabar belajar setiap istilah dan mencoba begadang menikmati permainan
Ya! bola membuatku menjadi punya waktu berkumpul bersama pakdhe, ayah, kakak
Ya! bola menemaniku belajar sabar bagaimana memahami pilihan jagoan orang lain para pecinta bola
Ya! bola membuatku mendapat promo-promo merk di store saat belanja, lumayanlah
Ya! bola membuatku ada teman saat beribadah malam

So, nikmati setiap detail hidup dan bersabar!
Sampai jumpa 4 tahun lagi :D



foto itu: jepretan Uncle Boim, Chatsworth's Garden, UK
see the web: http://ibrahimfatwa.fotografer.net/index.php

Pohon: Sabar di tengah pepohonan


"sepertihalnya pohon yang tidak pernah tumbuh tergesa-gesa, menikmati tiap-tiap tumbuhnya satu demi satu helai daunnnya, menikmati tiap gugurnya daun lembar demi lembar, demi lembar helai daun baru.. maka nikmatilah tiap detail hidupmu dan bersabar serta yakin dirimu akan tumbuh "besar" "kuat" dan "sehat" kelak..."

Sabar! Iya ilmu sabar sama dahsyatnya dengan ilmu ikhlas. Perjalanan liburan ini membawaku ke Bandung untuk mengerti mengapa dan bagaimana manusia harus membentuk karakter sabar dalam hidupnya. Berawal dari keisengan mendaftarkan diri pada jambore Karya Tunas Bangsa, waow penantian 2 jam keberangkatan menuju Jatinangor, Sumedang pun selesai. "Sabar, dek!" dan, perjalanan dilengkapi dengan cara sopir bus menyetir khas sopir bus malam, ugal-ugalan. "Sabar, dek!"

Perkemahan yang sangat mewah membuatku penasaran pada siapa pemrakarsa atau penyandang dana. Sesuai dengan prediksi teman-teman, unsur politis. Well, sebagai anak muda yang sangat semangat dengan ini semua, tiba-tiba harus di-down-kan pada "hidden agenda" rasanya wajar bila ada kekecewaan. "Sabar, dek!"

Benar! bila Allah memberikan suatu jalan tentunya dengan bukan tanpa alasan, dan cara indah untuk menemukan nikmat tersebut ya dengan bersabar. Bersabar menikmati setiap fasilitas, dan bola-bola permainan mereka.

Benar! sesi yang paling kutunggu adalah salat berjamaah di bawah langit, dingiiin angin malam dan subuh membuat kami semakin menggigil ditambah dengan kabut yang melewati wajah kami. Perlahan...perlahan...membawa diri ini melangkah dan menyelesaikan sesi rohani ini. Rasanya bila tidak ada selimut sabar dalam diri mungkin tak ada nikmat yang kudapat. "Sabar, dek!"

Benar! sesi perencanaan hidup pun dimulai, harapan dan rencana kedepan mulai kutulis, penuh pertimbangan dan tidak asal menulis, buatku iti mimpi, buatku itu doa, dan buatku itu energiku. Life Plan! iya inilah life plan yang sedang ditunggu oleh Redha agar kami saling menguatkan. "Sabar, dek!" kini ku jadi mengetahui mengapa aku harus berada di jambore itu, untuk selembar life plan yang selalu kutunda selama ini. Perencanaan kita buat sebelum bertindak. Yaaaa dengan perencanaan minimal kita tahu alasan apa dan mengapa kita bertindak!

Benar! 3 hari menjadi kakak tertua yang harus mengatur 21 orang dalam tenda membuatku benar-benar menikmati menjadi kakak bahkan Bunda. Mulai dari bangun pagi membangunkan hingga makanan bahkan sensitifitas masing-masing anak terhadap penghuni tenda harus menjadi tanggung jawabku. "Sabar, dek!" batinku saat tidak ada satupun yang bersemangat membantuku mengambil jatah makan di kala mereka lelah kegiatan dan saling lempar. Maklum, usia mereka masih SMP, SMA, dan mahasiswa tingkat satu. "Sabar, dek!"

Benar! menjadi belajar mengerti indahnya harmonis dan kekompakkan keluarga saat mengenal 3 sekawan dari Jogja dan rombongan mahasiswa UPI. "Sabar, dek!" Iya mereka mengajariku bagaimana kompak - menyenangkan - membantu satu sama lain. Mereka calon guru dan pemimpin bangsa yang hebat! Mereka nampak enjoy saja menikmati tiap sesi meski ada hal-hal yang nampak tidak membuat senang. Berbeda denganku yang lebih pada complaint. "Sabar, dek!"

Sungguh, terima kasih Allah, ilmu Sabar ini semakin membuatku enjoy dalam setiap detail hidupku :)

So, jadi teringat email sahabatku yang kubuka ditengah liburanku:
"semua bakal datang dengan indahnya di waktu, di tempat, di suasana yang tepat, dan dengan orang yang tepat juga.. maka bersabarlah"

foto itu: jepretan Uncle Boim, Chatsworth's Garden, UK
see the web: http://ibrahimfatwa.fotografer.net/index.php